Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

Budidaya Ikan Lele

Berdasarkan pengamatan kami melalui beberapa media sosial, ternyata banyak masyarakat Indonesia yang sukses mengembangkan usaha budidaya ikan lele secara intensif. Selain menjadi penghasilan utama bagi peternak ikan lele, budidaya ini juga sangat cocok untuk kerja sampingan para pegawai negeri dan petani. Meskipun anda belum pernah sama sekali mencoba membesarkan atau memelihara ikan lele di rumah, disini kami akan memberikan panduan lengkap cara ternak ikan lele untuk pemula dengan baik dan benar.

Kalau hanya mengandalkan keberadaan ikan lele di alam liar saja, tentu tidak akan mencukupi para konsumsi ikan lele sekarang yang semakin banyak karena memiliki cita rasa yang gurih dan lezat. Dengan tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia sekarang ikan lele dapat di budidayakan secara alami di kolam tanah, selain itu cara ternak ikan lele juga bisa di pelihara di kolam tembok atau kolam terpal yang lebih hemat biaya. Baiklah sekarang mari kita bahas bersama-sama tentang cara budidaya ikan lele secara lengkap mulai dari pembuatan kolam dan pakan ikan lele yang terbaik.

Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula

1. Membuat Kolam Lele

Sebelum memulai berternak, anda harus menyiapkan kolam terlebih dulu atau tempat budidaya ikan. Sebenarnya ada banyak jenis kolam yang di gunakan oleh para peternak lele yaitu di kolam terpal, jala apung, kolam tembok, keramba dan yang akan kita bahas hari ini yaitu budidaya ikan lele di kolam tanah. Untuk membuat kolam tanah anda harus melalui empat tahap sebagai berikut.

Tahap Pengeringan biasanya selama 3-7 hari atau tergantung pada sinar matahari dan sebagai patokannya anda bisa melihat ke dasar kolam, apakah tanahnya sudah retak? kalau retak berarti dapat di pastikan kolam tersebut sudah kering. Tujuan melakukan tahap pengeringan supaya membunuh kuman-kuman yang akan menyebarkan bibit penyakit terhadap ikan.

Tahap Pengapuran setelah menyelesaikan tahap pengeringan selanjutnya yang harus anda lakukan adalah tahap pengapuran, biasanya jenis kapur yang sering di gunakan yaitu dolomit atau kapur tohor. Pengapuran tersebut dengan menyebarkan kapur di permukaan dasar kolam sampai merata dan setiap satu meter persegi berilah kapur sekitar 200-700 gram.

Tahap Pemupukan menggunakan pupuk organik di campur dengan urea dan TSP. untuk pupuk organik anda bisa mengunakan jenis pupuk kompos atau pupuk kandang yang bisa di pakai oleh petani dan setiap satu meter persegi dasar kolam berilah pupuk sekitar 250-500 gram saja.

Tahap Pengairan bisa anda lakukan setelah menyelesaikan tiga tahap di atas, ketinggian air kolam yang ideal sekitar 100-120 cm, lalu biarkan kolam selama seminggu di bawah teriknya matahari dan masukkan benih ikan yang sudah anda beli dari penjual ikan lele bibit unggul.

2. Pakan Ikan Lele

Pakan salah satu faktor utama yang mempercepat pertumbuhan ikan lele di kolam, maka kita harus memberikan pakan terbaik agar cepat panen. Pemberian pakan juga harus sesuai dengan berat ikan, maka setiap sepuluh hari sekali anda harus menimbang salah satu ekor ikan lele kemudian sesuaikan dengan pakan yang telah anda berikan. Meskipun pelet merupakan makanan utama yang harus kita berikan kepada ikan lele, untuk lebih hemat biaya atau pengeluaran anda bisa memberikan makanan alami seperti ikan rucah segar, keong mas, dan bangkai ayam.

3. Panen Ikan Lele

Waktu panen bisa anda lakukan setelah dua sampai tiga bulan atau berat 1 kg ikan lele berisi 9-12 ekor dari ukuran benih 5-7 cm.

Catatan : Dalam pemberian pakan ikan lele jangan sampai telat atau kurang, karena ikan lele bersifat kanibal atau memakan sejenisnya yang lebih kecil. Sebaiknya berikan makan ikan lele sehari empat kali yaitu pagi, siang, sore, dan malam hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *