Perintah Mengerjakan Shalat Wajib 5 Waktu

Perintah Mengerjakan Shalat Wajib 5 Waktu

Perintah Mengerjakan Shalat Wajib 5 Waktu – Terdapat banyak sekali penjelasan dari ayat Quran atau hadits tentang sejarah kapan perintah sholat fardhu diturunkan pertama kali dari Allah langsung kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam, dan pada kesempatan kali ini kita akan menyinggung masalah tersebut agar kita kembali lagi mengingat sejarah diperintahkannya sholat yang sangat penting untuk umat islam seluruhnya.

Shalat adalah amalan yang sangat penting untuk di pelajari, untuk itu kita dianjurkan menghafal bacaan sholat sesuai apa yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam kepada kita umatnya, adapun perintah mengerjakan shalat ini sangatlah agung dimana perintah ini langsung Allah Azza Wa Jalla turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam tanpa perantara malaikat Jibril. Peristiwa diperintahkan untuk mengerjakan shalat ini terdapat dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj yakni suatu perjalanan di tengah malam yang di tempuh oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam dari masjid Al Aqsa di palestina menuju ke langit ketujuh guna menerima perintah shalat.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir 7/164 disebutkan bahwasannya “pada saat malam isra dan mi’raj, yakni 1,5 tahun sebelum Nabi Hijrah, Allah Azza Wa Jalla mewajibkan pada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam untuk shalat 5 waktu, dan secara berangsur angsur Allah Azza Wa Jalla menerangkan tentang syarat syarat sholat, rukun rukun shalat, dan segala hal yang masih ada kaitannya dengan shalat tersebut“.

Dahulu Allah Azza Wa Jalla memberikan perintah untuk mengerjakan shalat sebanyak 50 kali dalam waktu sehari semalam, dan pada saat ini Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam patuh dan taat serta bersedia untuk mengerjakannya. Dan ketikan hendak kembali ke bumi tepatnya pada saat berada di langit yang ke-6, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam bertemu dengan Nabi Musa ‘Alaihi Sallam dan bertanya perihal perintah Allah kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam.

Pada pertemuan tersebut Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam menjelaskan kepada Nabi Musa ‘Alaihi Sallam perihal perintah shalat yang 50 waktu tersebut dan Nabi Musa ‘Alaihi Sallam berkata “Umatmu tak akan mampu”. Dan Nabi Musa ‘Alaihi Sallam menganjurkan untuk memohon keringanan kepada Allah Ta’ala.

Peristiwa memohon keringanan waktu shalat tersebut terus berlangsung dan singkat cerita sampailah pada permohonan untuk shalat hanya 5 waktu yang sekarang kita kenal. Dan Nabi Musa ‘Alaihi Sallam menyarankan untuk meminta keringan lagi, namun Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam malu untuk memohon keringanan lagi kepada Allah Ta’ala dan ridho untuk mengerjakan shalat wajib yang 5 waktu tersebut.

Dari semua kisah yang telah di sebutkan di atas dapat kita ambil pelajaran yang sangat berharga yakni :

1. Waktu terbaik untuk mengerjakan shalat.
2. Sikap lapang dada untuk menerima masukan dari orang lain.
3. Keagungan Amalan Shalat di sisi Allah Ta’ala.
4. Sifat malu kepada Allah Ta’ala ketika Allah Ta’ala sudah memberikan apa yang kita minta.

Untuk itu mari kita jangan meremehkan shalat yang wajib dan mengerjakan yang sunnah untuk melengkapi yang wajib, karena kelak amalan yang pertama kali di hisab adalah amalan shalat. Jika shalatnya baik maka seluruh amalannya akan baik dan jika shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalannya. Wallahu’alam bishawab..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *